Jangan Sepelekan Bakteri Dalam Pakaian

Jangan Sepelekan Bakteri dalam pakaian, meski pakaian yang Anda kenakan terlihat bersih dan wangi bukan berarti terbebas dari bakteri. Bahkan bakteri yang menempel di pakaian berpotensi tumbuh menjadi penyakit berbahaya yang dapat menyerang kesehatan.

Pakaian merupakan sumber berdiamnya bakteri yang utama. Universitas New York melalui Departemen Microbiology & Immunology melakukan penelitian menyebutkan, kuman dan bakteri yang menempel di pakaian dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Beberapa jenis bakteri yang ditemukan pada pakaian di antaranya Staphylococcus aureus, E coli, Klebsiella pneumoniae , dan Pseudomonas .

Beberapa jenis bakteri tersebut berpotensi menyebabkan infeksi kulit hingga mencemari makanan sehingga dapat menyebabkan penyakit serius bagi manusia. Menurut pakar higienitas Dr Lisa Ackerley, beberapa benda yang paling umum terkontaminasi patogen adalah yang langsung memiliki kontak dengan tubuh. Di antaranya pakaian.

Bakteri yang masuk ke dalam mesin cuci juga terkena kontaminasi silang. Bakteri yang terdapat pada mesin cuci berpindah ke air cucian. Bakteri ini amat banyak jumlahnya, sekitar satu juta bakteri saja bisa ditemukan pada air cucian. Mendistribusikan bakteri kepada cucian lainnya, seperti pakaian dan sebagainya.

Sementara itu, suhu rendah air yang biasa kita gunakan untuk mencuci justru makin menyuburkan kuman untuk berkembang biak. Kuman senang tumbuh pada tempat tertutup, seperti tempat menyimpan deterjen dan penutup mesin cuci. Bakteri pada pakaian basah sangat mungkin untuk mengontaminasi tangan.

Perpindahan kuman dari tangan ke suatu objek di rumah dan bahkan sampai ke mulut menjadi risikonya. “Dengan meningkatkan pengetahuan kita tentang mengapa bakteri tidak selalu hilang di pakaian, bagaimana mereka dapat berkontaminasi silang, dan langkah sederhana apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah sumber infeksi potensial, kesehatan pun akan terjaga”.

Jika Anda mencampur cucian pakaian, bakteri yang ada pada pakaian itu akan mengontaminasi seluruh pakaian lainnya. Bahkan ada sisa bakteri yang dapat mengontaminasi cucian pakaian selanjutnya. Bakteri seperti salmonella yang menyebabkan keracunan makanan dan virus termasuk hepatitis A dan yang paling umum menyebabkan diare pada anak, rotavirus, dan adenovirus juga termasuk di dalamnya.

Sementara itu, risiko terinfeksi pada pakaian ini akan meningkat pada kondisi seperti jika ada anggota keluarga yang diare/muntah, ada anggota keluarga yang menderita luka pada kulit, atau ada anggota keluarga yang sedang lemah daya tahan tubuhnya. Guna memastikan kebersihan pakaian Anda, cucilah pakaian yang berpotensi paling kotor dengan suhu di atas 60derajat celcius.

Bila Anda tidak bisa mencuci pakaian di atas suhu 60 derajat celcius, tambahkan antiseptik cair pada cucian untuk membunuh bakteri yang mungkin masih bertahan pada suhu rendah. Pisahkan pakaian pribadi dengan kain yang biasa dipakai di dapur. Ketika mencuci popok, buang semua benda padat yang menempel ke dalam kloset. Cucilah popok terpisah dengan menguceknya terlebih dahulu kemudian menggunakan air dengan suhu di atas 60 derajat celcius.

Hindari mencuci pakaian kotor di wastafel karena bisa mencemarinya. Bila Anda mencampur cucian bayi dengan pakaian Anda, gunakanlah desinfektan untuk memastikan semuanya tetap higienis.

Mengerikan bukan, Bakteri yang bersemayam di Pakaian kita. Yu, sekarang kita hidup bersih di dalam lingkungan keluarga. Lebih baik kita menjaga kesehatan dari pada mengobati. Tapi tenang sekarang sudah ada Pakaian Anti Bakteri Dan Jamur yang sangat aman bagi tubuh dan keluarga kita. Anda bisa mencari di internet Pakaian anti bakteri sudah banyak para agen yang menjualnya.

Ooo.. ia, dari pada Anda pusing harus nyari-nyari di internet yang belem tentu Keasliannya. lebih baik langsung aja Klik Link ini JUAL PAKAIAN ANTI BAKTERI DAN JAMUR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *